Pembangunan Jalan Belum Selesai, Masyarakat Mulai Banyak Dirikan Toko

Meski pembangunan Jembatan Nasional Surabaya-Madura (Suramadu) belum selesai, ternyata banyak manfaat yang kini mulai dirasakan masyarakat sekitar lokasi jembatan. Segera selesainya pembangunan jembatan tersebut menjadi harapan yang sangat dinanti oleh masyarakat di sekitar jembatan. Buktinya, meski pembangunan jalan akses di sisi Surabaya yang kini sudah mencapai 75,55%, masyarakat di sekitar jalan tersebut mulai tidak sabar lagi untuk segera mendirikan pertokoan sebagai peluang usaha baru.

Haryono, warga Kelurahan Gading, Kecamatan Tambaksari ditemui di rumahnya mengatakan, sebelum sebagian tanah dan bangunan rumahnya ikut menjadi lokasi pembebasan lahan jalan akses menuju Jembatan Suramadu, bangunan rumahnya hanya berfungsi sebagai tempat tinggal. Saat ini, sebagian bangunan rumahnya yang tidak ikut dibebaskan yang berada di pinggir jalan akses, digunakan untuk membuka usaha baru berupa pertokoan. “Saya belum merencanakan nanti jualan apa, yang jelas saya tidak mau menyia-nyiakan peluang usaha ini,” katanya.

Dana pembuatan toko tersebut ia dapatkan dari uang ganti untung pembebasan lahan dan bangunan untuk jalan akses dari pemerintah. Sama halnya dengan Haryono, Mujiarto warga Kedung Cowek mengatakan, dirinya dan beberapa warga memang banyak yang memanfaatkan uang ganti untung dari pembebasan lahan dan bangunan untuk pembangunan toko dan membuka peluang usaha baru di sekitar jalan akses. ”Kalaupun nanti kami tidak punya dana sebagai modal untuk mengisi barang dagangan yang akan dijual, toko yang kami miliki paling tidak bisa disewakan dengan harga yang tinggi karena lokasinya yang cukup strategis,” ujarnya.

Dari pantauan di lapangan tepatnya di pinggiran jalan akses di sisi Surabaya, jumlah pertokoan baru di sisi barat jalan akses yang kini sedang dalam tahap pembangunan mencapai 43 bangunan. Sedangkan pertokoan baru yang berada di sebelah timur jalan akses mecapai 33 bangunan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Pembangunan Jembatan Suramadu Sisi Surabaya yang juga penanggung jawab pembebasan lahan jalan akses, Ir Tutuk Surya Jatmiko mengatakan, pada pembangunan jalan akses tersebut juga terdapat jalur lambat untuk kendaraan roda dua dan sebagian roda empat. Lebar jalur lambat yang mencapai enam meter nantinya juga bisa dimanfaatkan untuk lahan parkir sementara, meskipun tujuan awalnya tidak diperuntukkan untuk hal itu. ”Jika saat ini banyak berdiri bangunan pertokoan, keberadaan jalur lambat itu juga mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar jembatan seperti untuk lokasi parkiran,” katanya.

Sebenarnya, secara umum lebar sebuah jalan untuk bisa dilalui dua kendaraan roda empat lebarnya mencapai 5,5 meter. Namun khusus untuk jalan akses ini lebarnya mencapai enam meter. Selain memiliki jalur lambat, pada jalan akses tersebut juga masih terdapat lahan dengan lebar satu meter untuk pejalan kaki dan penghijauan. Untuk jalur cepat lebarnya mencapai delapan meter. Panjang jalan pendekat di sisi Surabaya mencapai 4,35 km.(fa)

Sumber: http://www.suramadu.com/berita/40-berita/54-pembangunan-jalan-belum-selesai-masyarakat-mulai-banyak-dirikan-toko.html

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.